PENGERTIAN RUANG LINGKUP BAHASAN DAN URGENSI DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM, PENGERTIAN DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM
DALAM MATA KULIAH DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM
UNIVERSITAS PANGERAN DIPONEGORO NGANJUK, JAWA TIMUR, INDONESIA
Korespondensi penulis : maulanaagisna190305@gmail.com
Abstrak: This article will discuss the importance of education based on the Islamic religion. Islamic education is the most important part in an era like this, especially for the current generations. Of course, Islamic education requires comprehensive activities in the process. Islamic education covers everything about Islamic values with the aim of creating people who behave positively, and can be a provision in society.
Keywords: Islamic Education, scope and objectives of Islamic Education
Abstrak: Artikel ini akan membahas tentang pentingnya Pendidikan dalam berbasis agama islam. Pendidikan islam menjadi bagian terpenting di-era seperti ini, khususnya bagi generasi-generasi sekarang. Tentunya dalam Pendidikan islam perlu kegiatan yang komprehensif dalam prosesnya. Pendidikan Islam mencakup segala sesuatu tentang nilai-nilai keislaman dengan tujuan menciptakan manusia yang berperilaku positif, dan dapat menjadi bekal dalam bermasyarakat.
Kata kunci: Pendidikan Islam, ruang lingkup dan tujuan Pendidikan Islam
PEMBAHASAN
Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas daya manusia yang ada perkembangan zaman yang begitu maju sekarang ini tidak berarti sama sekali jika tidak ditunjang oleh sumber daya manusia yang berkualitas (Jeane Mantiri, 2019:20). Menciptakan manusia berkualitas membutuhkan suatu Pendidikan yang bermoral dengan ketentuan agama masing-masing. Dalam undang-undang Pendidikan nomor 20, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Secara bahasa, pendidikan berasal dari bahasa Yunani, “paedagogie” yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak (Ramayulis, 1994:1). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan secara terminologi dapat diartikan sebagai pembinaan, pembentukan, pengarahan, pencerdasan, pelatihan yang diajukan kepada semua anak didik secara formal maupun non formal dengan tujuan membentuk anak didik yang cerdas, berkepribadian, memiliki keterampilan atau keahlian tertentu sebagai bekal dalam kehidupannya di masyarakat. Secara formal, pendidikan adalah pengajaran (Hasan Basri, 2009:53). Di dalam konteks keislaman, terdapat beberapa istilah yang sering digunakan sebagai arti pendidikan, diantaranya tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib.
1. Tarbiyah (mendidik)
Kata tarbiyah berasal dari Masdar رَبَّى – يُرَبِّي – تَرْبِيَةً yang memiliki arti mendidik. Tarbiyah merupakan proses penyampian sesuatu batas kesempurnaan yang dilakukan secara setahap demi setahap. Tarbiyah sebagai proses menumbuhkan sesuatu secara setahap dan dilakukan sesuai pada batas kemampuan (Ramayulis, 1994: 2)
2. Ta’lim (pengajaran)
Kata ta’lim berasal dari Masdar عَلَّمَ - يُعَلِّمُ - تَعْلِيْمًا yang memiliki arti mengajar atau pengajaran. Ta’lim secara istilah berarti pengajaran yang bersifat pemberian atau penyampian pengertian, pengetahuan. dan ketrampilan. Ta’lim merupakan proses pemberian pengatahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab, sehingga diri manusia itu menjadi suci atau bersih dari segala kotoran sehingga siap menerima hikmah dan mampu mempelajari hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya (Heri Gunawan, 2024:4).
3. Ta’dib(mengajarkan sopan santun)
Kata ta’dib berasal dari Masdar اَدَّبَ – يُؤَدِّبُ – تَأْدِيْبًا yang artinya mengajarkan sopan santun. Menurut istilah, ta’dib diartikan sebagai proses mendidik yang di fokuskan kepada pembinaan dan penyempurnaan akhlak atau budi pekerti pelajar. Ta’dib merupakan pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu dalam tatanan penciptaan sedemikian rupa, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan dalam tatanan wujud keberadaan- Nya (Heri Gunawan, 2024:6).
Dalam rangkaian tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib ini manusia dapat mengarah kepada pembentukan etika atau kepribadian manusia yang baik, dan juga bisa menjadi bekal dalam hidup bermasyarakat secara damai dan sejahtera. Pendidikan Islam adalah suatu proses edukatif yang yang mengarah kepada pembentukan akhlak atau kepribadian. Yang dikaitkan dengan nilai-nilai islam, dasar hukum islam bertujuan dapat menjadi pribadi yang menjiwai dan cita-cita islami. Pendidikan islam memiliki pola memahami, menghayati, mengamalkan ajaran-ajaran agama islam secara menyeluruh, serta menjadikan sebagai pandangan hidup demi keselamatan dan kesejahteraan hidup dunia dan akhirat. Pendidikan islam adalah proses dalam membentuk manusia muslim yang mampu mengembangkan potensi yang dimiliki untuk mewujudkan dan merealisasikan tugas dan fungsi sebagai kholifah, baik kepada Tuhan, ataupun sesama makhluk. Teori yang terkonsep dan dikemas oleh tokoh intelektual islam akan menjadi ilmu yang dapat diaplikasikan secara oprasional, praktis dan teoritis. Menurut Imam Al- Ghazali, tujuan pendidikan Islam adalah membentuk insan paripurna baik di dunia maupun di akhirat. Pendidikan ditujukan untuk menjadikan manusia semakin dekat dengan Allah SWT. Sedangkan menurut Ibnu Sina, tujuan pendidikan Islam harus diarahkan pada pengembangan seluruh potensi yang dimiliki seseorang ke arah perkembangannya yang sempurna meliputi fisik, intelektual, dan budi pekerti.
Sumber dasar utama dalam Pendidikan islam adalah Al-Qur’an dan Sunah. Pendidikan islam dirangkai dan berproses secara sistematis untuk menstransfer nilai-nilai kepada peserta didik dengan berlandaskan ajaran islam. Dengan demikian peserta didik dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai nilai keislaman. Secara esensial konsep Pendidikan islam ini tidak lepas dari dasar utamanya yaitu Al-Qur’an dan sunah. Yang ditemukan dan dikemas dalam ilmu-ilmu agama oleh tokoh intelektual islam. Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam adalah untuk mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara: (1) hubungan manusia dengan Allah SWT; (2) hubungan manusia dengan dirinya sendiri; (3) hubungan manusia dengan sesama manusia; (4) dan hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungan alamnya. Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam untuk mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara empat hubungan yang telah disebut di atas, tercakup dalam pengelompokkan kompetensi dasar kurikulum PAI dan Budi Pekerti yang tersusun dalam beberapa materi pelajaran baik Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (M.Roqib, 2009).
KESIMPULAN
Pendidikan islam memiliki peran penting untuk membentuk etika tingkah laku manusia terutama dengan peserta didik. Pendidikan islam sangat mendukung untuk di-era seperti saat ini. Tanpa Pendidikan islam manusia akan sulit mengenal Tuhan semesta alam.
DAFTAR PUTAKA
Hasan Basri, 2009, Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: CV Pustaka Setia.
Heri Gunawan, 2014, Pendidikan Islam Kajian Teoretis dan Pemikiran Tokoh, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
M. Roqib, 2009, Ilmu Pendidikan Islam, LKIS: Yogyakarta.
Ramayulis, 1994, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: KALAM MULIA
Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar